Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memastikan akan melacak laboratorium dan rumah sakit (RS) yang memakai alat rapid test antigen daur ulang alias bekas. Hal itu menyusul kasus yang viral terjadi di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara milik PT Kimia Farma Diagnostika. "Ya Polri bakal antisipasi dan telusuri," kata Agus saat dikonfirmasi, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut, Ia menambahkan pihaknya terus akan bergerak agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. "Dengan dilakukan penangkapan oleh Jajaran Polda Sumut, semua juga sudah bergerak, yang terjadi bukan palsu, tapi penggunaan test kit berulang. Ini kan bahaya," pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Neo Grow untuk Solusi Rambut Rontok

Rambut rontok menjadi salah satu masalah yang sering dialami oleh banyak orang. Kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita dari berbagai usia. Dalam jumlah tertentu, rambut rontok sebenarnya merupakan bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut. Namun, jika jumlah rambut yang rontok semakin banyak setiap…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *