Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggungah momen saat dirinya bertemu dengan Wakapolsek Kebayoran Baru yang juga bernama Anies. Lewat akun Instagram @aniesbaswedan, Sabtu (9/10/2021), Anies Baswedan mempublikasikan foto foto perjumpaannya dengan Wakapolsek Kebayoran Baru yang juga bernama Kompol Anies. Unggahan tersebut diawali kolase yang menampilkan foto perjumpaan Anies Baswedan dan Kompol Anies dipadukan dengan meme Spider Man Kembar yang sudah lama viral di internet.

Memakai batik serta masker, dari dalam mobilnya Anies Baswedan menunjuk keluar jendela, ke arah Kompol Anies. Momen tersebut, tulis Anies, terjadi dalam kunjungannya ke GOR Bulungan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021) lalu. Anies Baswedan menyatakan bahwa perjumpaannya dengan Kompol Anies yang adalah 'kembarannya' adalah suatu hal yang menyenangkan.

"Momen menyenangkan itu kalau bisa ketemu kembaran. Kadang kadang momen seperti itu terjadinya tidak disengaja saat berkeliling lapangan," tulis Anies Baswedan di akun Instagramnya. Kala itu, Anies mengunjungi kegiatan vaksinasi Covid 19 untuk para pencari suaka. Kemudian, pada slide ke 3, Anies Baswedan menampilkan foto Kompol Anies yang berdiri sambil memakai seragam lengkap, topi, dan masker.

Adapun unggahan tersebut, sampai saat ini sudah disukai lebih dari 121 ribu akun. Warganet juga merespons unggahan tersebut dengan komentar komentar jenaka. "Masyaallah kirain kembaran beneran," tulis akun @rumahyatim.

"Mashallaaah jokes pak anies anak marvel banget niii," tulis akun @fatimalhabsyi. "Jokes bapack bapack wkwk," tulis akun @aslolayy. Presiden Joko Widodo bertemu dengan seorang pria yang memiliki nama persis dengan kepala negara Senin (13/9) saat mengunjungi Dukuh Ngledok, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, untuk meninjau langsung program vaksinasi Covid 19 kepada masyarakat secara pintu ke pintu (door to door).

Presiden Jokowi sempat terkejut setelah mengetahui salah satu peserta vaksinasi yang berdialog dengannya memiliki nama yang sama dengan dirinya, yaituJokoWidodo. Hal ini bermula ketika Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanyakan nama peserta tersebut. "Mas namanya siapa? Namane njenengan sinten?" tanya Ganjar Pranowo.

Dengan malu malu, lelaki tersebut menyebutkan namanya yang mirip Presiden Jokowi. "Joko Widodo, Pak," tegas Jokowi. “Saudara kembar ternyata ya,” ujar Ganjar Pranowo.

Warga sekitar yang mengetahui hal tersebut langsung melontarkan candaan kepadaJokoWidodo. Hal tersebut sampai membuatJokoWidodomenangis dan mengelap air matanya. "Ra sah nangis (nggak usah nangis),"kata warga sekitar.

Bahkan, ia sempat menangis terharu saat bisa bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut. “Perasaan senang sekali. Kemarin sampai nggak bisa tidur, mau ketemu Pak Presiden. Nggak terasa, nggak nyangka,” ujarJokoWidodo. Gubernur Anies Baswedan dalam acara Workshop Nasional DPP PAN yang disiarkan di akun YouTube PAN TV, Rabu (6/10/2021), menyebut ingin kembali bertarung di Pilkada DKI Jakarta jika tidak diundur ke 2024.

Anies mengakui sudah mempersiapkan agar pada tahun terakhir masa jabatannya dimanfaatkan untuk kampanye jika Pilkada DKI masih diselenggarakan pada Tahun 2023. "Dulu rencananya nanti tahun terakhir, (kalau ada pilkada tahun 2023), baru mulai kampanye," ujar Anies. Namun, kata Anies, Pilkada 2022 ditiadakan seperti yang tercantum dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 sehingga akan memanfaatkan momentum tersebut dengan terus bekerja menuntaskan program program yang sudah dicanangkan.

"Ternyata enggak ada pilkada tahun depan. Jadi ya sudah, kita kerja terus saja, gitu kan. Enggak ada kampanye tahun depan. Kalau ada pilkada tahun depan kita kampanye, tetapi karena enggak ada pilkada ya sudah kita terusin saja kerja sampai akhir," tutur Anies. Terkait hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Anies Baswedan tidak membuat opini di tengah masyarakat bahwa pemerintah pusat sengaja mengundurkan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta. Menurutnya,pernyataan Anies yang menyebut tidak ada Pilkada 2022 seolah olah menuduh pemerintah pusat untuk mengganjal ambisi politiknya.

"Jangan seakan akan pemerintah pusat mengundurkan Pilgub DKI untuk mengganjal ambisi politik Anies," tutur Prasetio, Minggu (10/10/2021). Padahal, kata politisi PDI Perjuangan (PDI P) itu, aturan Pilkada Serentak sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 10 tahun 2016 dan disebutkan secara tegas Pilkada dilaksanakan 2024. Prasetio ini mengatakan, pemungutan suara serentak mulai dari gubernur hingga bupati hingga wali kota yang jabatannya berakhir 2022 dan 2023 akan dilakukan di tahun 2024.

"Undang undang ini dibuat sebelum Anies terpilih menjadi Gubernur DKI," kata dia.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *